Alasan Apalagi ..??


(¯`’•.¸(¯`’•.¸*♥♥ Assalamualaikum ♥♥*¸.•’´¯)¸.•’ ´¯)

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Adz-Dzariyat ayat 56 : “ Tidak semata-mata Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”

Sejalan dengan firman Allah ini,ada seorang ahli hikmah dari tanah melayu berkata “ Bila dalam usia senja kita masih melakukan perbuatan maksiat,berarti kita secara sadar telah menandatangani kontrak untuk tinggal di neraka “. Rasanya pendapat ini bukanlah sesuatu yang berlebihan, karena disamping batasan umur yang semakin mendekat,juga masalah ibadah amat erat kaitannya dengan hati. Sedangkan hati merupakan motor ibadah, menjadi berkarat akibat dosa-dosa yang telah kita lakukan. Oleh karena itu,bagaimana mungkin dapat menghasilkan ibadah dengan kualitas yang baik jikalau hati kita sudah penuh dengan karat?

Dalam kehidupan ini ,kita sering sekali menjumpai orang-orang yang enggan untuk beribadah. Bermacam-macam dalih yang mereka kemukakan sebagai excused atas pembangkangan melaksanakan perintah Yang Maha Kuasa itu

  • Seorang yang kaya raya,biasanya beralasan bahwa ia tidak punya waktu untuk beribadah karena seluruh waktunya habis digunakan untuk mengusrusi kekayaannya. Mungkin ia lupa,bahwa dirinya sebenarnya tidaklah lebih kaya dari Nabi Sulaiman as yang justru menjadi semakin bertakwa dangan bertambahnya kekayaan beliau.
  • Seorang karyawan beralasan bahwa ia tidak punya waktu untuk beribadah karena sibuknya dengan pekerjaannya. Mungkin karyawan ini lupa,bahwa dirinya tidaklah lebih sibuk dibandingkan dengan Nabi Muhammad SAW yang disamping sebagai kepala Negara,panglima perang beliau juga seorang pendidik umat.
  • Seorang hamba sahaya beralasan bahwa ia tidak punya waktu untuk beribadah karena sibuk melayani majikannya. Tidaklah ia lupa bahwa dirinya tidaklah lebih sibuk dan sengsara dibandingkan dengan Nabi Yusuf As.
  • Seorang yang sakit beralasan bahwa ia tidak punya waktu dan tenaga untuk beribadah karena derita sakitnya. Cobalah ia ingat,derita penyakitnya itu belumlah sebarapa dibandingkan dengan penderitaan yang dirasakan oleh nabi Ayub As.
  • Seorang fakir miskin beralasan bahwa ia tidak punya waktu beribadah karena kemiskinannya. Apakah ia lupa bahwa ia tidaklah lebih miskin dari Nabi Isa As, yang terpaksa harus memakan dedaunan dan minum air hujan?.
  • Seoarang yang tidak berpendidikan beralasan bahwa ia tidak mampu untuk beribadah karena ilmunya yang rendah. Tidakkah ia lupa bahwa nabi Muhammad SAW itu tidak bias baca tulis?

Ternyata Allah SWT memilikiNabi-Nabi dari semua golngan lapisan manusia. Hal ini mungkin karena Ia ingin membuktikan pada kita bahwa setiap manusia sebenarnya telah diberi-Nya potensi atau kemampuan untuk beribadah kepada-Nya. Kini semua tergantuk pada diri manusia itu sendiri : apakah ia mau taat atau lebih suka untuk mencari alasan

Ada suatu nasihat yang disampaikan oleh Rasulullah SAW kepada kita semua : “ sabar dari menahan nafsu itu berat,tetapi menahan siksaan neraka jauh lebih berat daripada menahan nafsu “. Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang lebih suka mencari-cari alasan daripada taat pada perintah Allah dan Rasul-Nya sebuah pepatah mengatakan “ orang berakal itu bukanlah orang yang pandai mencari-cari lasan  untuk membenarkan kejelekkanya setelah terjatuh kedalamnya,tetapi orang berakal ialah orang yang pandai menyiasati kejelekkannya adar tidak terjatuh kedalamnya “.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: