Teruntuk Yang Terindah


(¯`’•.¸(¯`’•.¸*♥♥ Assalamualaikum ♥♥*¸.•’´¯)¸.•’ ´¯)

Aku telah menyambutmu dangan hati yang tersenyum, ku jabat tangan mu dengan lembut dan ku dudukkan engkau di singgasana jiwaku. Ku payungi engkau dengan cinta dan ku kipasi engkau dengan bulu-bulu rindu, kemudian aku suguhkan makanan dan miniman yang ku datangkan dari syurga dank u bisikkan setiap saat hatimu dengan nyanyian asmara yang keluar dari kejernihan pancaran hatiku.

Aku mencintaimu tatkala matahari meninggalkan bumi ini dan kegelapan menjadi penggantinya. Aku mencintaimu ketika cahaya matahari kembali mengintip dari ufuk timur dan mengusir kegelapan yang mencengkam. Aku mengingatkan mu tatkala aku angkit dari pembaringan ku. Di dalam hatiku ini hanya ada satu nam,hanya ada satu ketukan ,hanya ada satu detakan,hanya ada satu irama ,hanya ada satu jawaban ,hanya namamu…namau..

Duhai wanita yang memanggilku kekasihnya!

Ketika kau berdiri di atas ikrar cinta sucimu. Aku terpaku dala dekap jemari rindu. Engkau lampu yang cahayanya membias ke penjuru jiwa. Semangatmu memacu jiwaku. Dikaulah bayanganku,kau hati dalam dadaku,kau ruh dalam hidupku,tanpa kehadiranmu dunia ku terasa gelap.

Keindahan hatimu pelan-pelan telah menghapus jejak masa laluku. Cintamu telah melenyapkan kelabu bayangan masa lampau. Jiwa lembutmu tersembunyi dibalik karaktermu yang ayu. Warna hasrat hatiku ingin menghiasi belahan hidupmu. Cintaku kepadamu melebihi batas cinta lainnya,setiap kebahagiaanku ingin kuberikan semuanya kepadamu

Cinta yang telah kau berikan tanpa pamrih,telah membuatku tertunduk kepada mu,pada cintamu agar engkau bias memasukkan ku kedalam jantungmu. Aku ingin kamu mendekapku sedekat aliran darahmu.

Wahai engkau yang ada disana..

Di sela-sela kantukku yang tidak tertahankan,aku membayangkan wajah mu tersnyum manis. Aku tidak jadi tidur. Tapi meskipun aku tertidur,ku harap memimpikan dirimu dalam tidurku.

Ku coba menatap wajahku di cermin. Aduhai…betapa tidak lengkapnya diriku tanpamu. Engkau benar-benar bagaikan bidadari yang tersenyum mans,menatapmu hati ini menjadi segar dan bahagia. Mau kah engkau menatap indahnya dunia bersamaku?

Wahai engkau yang memiliki senyum terindah..

Suatu hari dikala mendung di sini,angin berhembus menerpa dedaunan,ada hati erat menyatu dalam diri,suara ala mini mengabarkan cinta yang membara. Sementara rintik hujan mulai turun,suara dawai hatimu alunkan nada cinta. Hati ini membara kuat menyatu,menggetarkan seluruh sukma jiwaku menahan kerinduaan ku kepadamu

Oh…cahaya hatiku,belahan jiwaku. Kenapa angin senja tidak meniupkan kabarmu? Coba engkau tengok relung dalam hatimu.adakah detakan kerinduan? Dimana kah hati berada ketika buahnya tak di depan mata? Apa sebenarnya yang terjadi padaku?

Aku disini duduk terpaku menatap kekosongan pandangan . engkau tak ada menari di kelopak mata. Engkau tak ada membisikkan telinga,kenapa kamu jauh disana?kamu tak pernah kasihan padaku. Kenapa ketika aku rindu engaku tidak dating kepada ku dan mengecup keningku? Kamu sangka aku tahan dengan kata-katamu saja? Aku ingin memelukmu. Au rindu sekali dengan mu.

Entahlah aku tak bias mengungkapka gejolak hati ini. Aku tak bias berkata-kata lagi untuk mewakili perasaan hatiku ini. Aku telah menjadi gagu dan lumpuh. Betapa kau telah menyiksaku. Cinta..aku menderita bila tak melihat wajahmu. Namun aku tahu,bukankah hujan harus ada mendung? Bukankah badai harus ada angin? Lelah hati ini menantimu, hingga berlinang air mataku ini.

Wahai wanita yang ku kagumi..!!

Ingatkah engkau akan masa di mana hati kita saling berjanji? Ingatkah engaku pada waktu kita berikrar untuk sehidup semati? Pagar rumput Istana malakanmasih ada dan siap menjadi saksi akan ketulusanku menantimu. Setiap ada waktu aku selalu kesana, berharap engkau akan dating menghampiriku, namun sampai hari ini engaku tak pernah dating.

Ukhty….tahukah engkau, jika hari menjelang siang, aku keluar duduk di beranda rumahku, hanya satu yang kuharap ketika itu,angin senja dating berhembus membawa kabar berita darimu. Aku masih ingat dengan perkataanmu ketika negkau akan pergi tinggalkan aku,bahwa jika engkau rindu kepadaku,pandanglah rembulan di malam hari, disitulah mata kita akan saing bertemu.

Aku masih menanti hari itu. Ketika hati telah siap dengan semua nya. Walau diri ini termenung sendiri merajut asa penuh dan merangkai malam dan menenung benang pagi.

Disini aku masih mencintaimu…………..^____^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: